Kain cual khas Babel didukung masuki pasar ekspor

Jakarta, (ANTARA News) – Kain tenun cual yang unik khas Provinsi Bangka Belitung dan menjadi produk unggulan daerah tersebut didukung untuk bisa memasuki pasar ekspor.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring dalam acara Stunning of Bangka Belitung di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Sabtu, mengatakan pihaknya mendukung pengembangan produk unggulan asal Provinsi Bangka Belitung. 

“Dukungan diberikan berupa perkuatan modal usaha bagi pelaku UMKM, kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas SDM, serta fasilitasi promosi dan pemasaran produk di Gedung Smesco Indonesia,” katanya.

Dalam acara promosi produk UKM Provinsi Babel bertajuk Stunning of Bangka Belitung hadir di antaranya Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, Ketua Bidang Manajemen Usaha Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Bintang Puspayoga, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, serta Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria BR Simanungkalit.

Hadir pula Staf Khusus Menkop UKM Hermawan Kartajaya, dan Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi, Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman, Ketua Dekranasda Babel Melati Erzaldi, Ketua Dekranasda DKI Jakarta Fery Farhati Ganis, dan Duta Koperasi Dewi Motik, Sekda Babel Yan Megawandi, maupun Direktur Bisnis dan Pemasaran Smesco Indonesia Armel Arifin.

Meliadi mengakui Babel menyimpan potensi tenun yang layak dipasarkan ke pasar dalam maupun luar negeri.  Salah satu tenun yang terkenal yakni kain cual yang memiliki beberapa motif seperti motif kembang gajah, bunga cina, naga bertarung, dan burung hong.  Beberapa motif kain cual bahkan ada yang dibuat dengan menggunakan benang sutera dan benang emas 18 karat.

“Kami pasti mendukung agar cual masuk pasar ekspor, tapi kita juga melihat kemauan pasar internasional, kita harus sesuaikan kualitasnya supaya penuhi itu. Banyak tenun punya khas. Cual itu punya potensi karena daerah lain tidak ada, itu andalan Babel,” ungkapnya.

Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi mengatakan pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan acara promosi potensi Provinsi Bangka Belitung bertajuk “Smesco Indonesia presents Stunning of Bangka Belitung”.  Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Kemenkop dan UKM, Smesco Indonesia, Pemprov Babel, dan Dekranasda Babel.
Smesco Indonesia yang bergerak di bidang layanan pemasaran KUKM membuka diri menjadi tempat displai permanen, pusat promosi, dan pemasaran produk unggulan KUKM daerah dari 34 provinsi di Indonesia.

“Kami membuka ruang bagi daerah mana pun untuk mengadakan kegiatan promosi produk unggulannya di Smesco Indonesia. Kerja sama sudah kami lakukan dengan beberapa daerah, yang terakhir dari Madura, Jawa Timur,” kata Emilia.

Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman, dalam sambutannya mengatakan Stunning of Bangka Belitung menjadi ajang ekspose semua potensi unggulan Babel mulai dari produk, pariwisata, budaya dan kuliner khas daerah yang mencirikan identitas daerah, local heritage, dan keunikan.

“Ini bertujuan untuk memperkenalkan karya kreatif UMKM dan citra budaya daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada masyarakat luas,” ucap Erzaldi.
Stunning of Bangka Belitung memperkenalkan kain cual sebagai warisan budaya Bangka Belitung yang memiliki keindahan tersendiri. 

Kain cual menjadi kebanggaan masyarakat Bangka sejak ratusan tahun lalu dan kini telah menjadi seragam di beberapa Sekolah Dasar dan kantor-kantor pemerintahan di daerah penghasil timah itu.
“Karena itulah, kami berupaya agar kain cantik yang memiliki beragam motif ini dapat diperkenalkan kembali kepada masyarakat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tukas Gubernur.

Selain demo tenun cual dan fashion show cual, Stunning of Bangka Belitung juga menghadirkan beragam acara menarik lainnya, seperti tarian, atraksi pencak silat, penampilan instrumen musik barongsai, demo masak oleh Master Chef Desi Trisnawati, demo tenun cual, serta fashion show Batik Bangka dengan iringan musik gambus.

Baca juga: Kerajinan Kain Cual Babel Simbol Budaya Melayu

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018