Studi: Rem tangan manual berangsur punah

Tuas rem tangan pada Kia Picanto. (ANTARA News/Alviansyah P)

Jakarta (ANTARA News) – Perkembangan teknologi membuat penggunaan rem tangan pada mobil perlahan ditinggalkan oleh para produsen kendaraan yang mulai menerapkan rem tangan elektrik.

Berdasarkan penelitian marketplace otomotif CarGurus terhadap 32 pabrikan, ditemukan hanya 37 persen mobil baru di Inggris yang masih memakai rem tangan manual.

Terdapat dua pabrikan yang masih menggunakan rem tangan manual itu pada setiap model mereka, yakni Dacia dan Suzuki. Sebaliknya, model-model Audi, Jaguar, Land Rover, Lexus, Mercedes dan Porsche sudah tidak menggunakan model rem tersebut.

Sejumlah kalangan menilai kinerja rem elektrik lebih baik karena hanya menggunakan saklar yang menggerakkan sepasang motor kecil guna menarik rem belakang. Sedangkan pada rem tangan konvensional, pengemudi harus mengeluarkan tenaga untuk menarik tuas.

Keuntungan lainnya adalah rem elektrik dapat terbuka secara otomatis saat pengemudi menginjak pedal gas, sehingga tidak perlu menarik tuas. Rem elektrik juga menawarkan fitur tambahan “automatic hill-hold” yang memudahkan mengemudi di tanjakan.

“Ini resmi, kepunahan rem tangan akan datang karena produsen beralih ke rem parkir elektrik dalam jumlah besar,” kata editor CarGurus UK, Chris Knapman seperti dilansir Carscoops, Rabu (19/9).

Kendati demikian, penggunaan rem tangan manual mungkin masih diminati sebagian kalangan yang menyukai jenis mobil tertentu yang memang masih menggunakan rem tradisional.

“Dalam beberapa tahun ke depan kami memperkirakan jumlah mobil yang dijual dengan rem tangan tradisional menurun lebih banyak, kemungkinan hanya dapat ditemukan pada sejumlah model tertentu saja,” katanya.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2018